follow me for get something special from me

Tuesday, 9 September 2014

LP dan ASKEP broncho pnemonia



TINJAUAN TEORITIS
BRONCHO PNEMONIA


I.             Pengertian

Broncho pnemonia adalah proses peradangan / implamasi pada parenkim paru yang dimulai di bronchus dan menyebar ke jaringan paru sekitarnya (Engran, 1998 : 60). Menurut buku Patofsiologis, broncho pnemonia adalah peradangan akut permukaan paru-paru dan terjadi penyebaran daerah  daerah infeksi juga melibatkan bronchi (Price, 1995 : 709 – 710). Broncho pnemonia adalah implamasi parenkim  paru biasanya berhubungan dengan  pugistian Alveoli dengan cairan (Donges 1999 : 164).
Dari beberapa pengertian di atas broncho pnemonia, maka dapat disimpulkan bahwa broncho pnemonia adalah proses peradangan yang diawali pada bronchus dan menyebar ke jaringan paru sekitarnya yang di sebabkan oleh mikro organisme yang mengganggu tahanan saluran trachea bronchialis sehingga flora endogen ketika memasuki jalan nafas.

II.           Etiologi

-                      Virus
-                      Bakteri     
Aerob       :     golongan stapilokokus, streptokokus, hemofilus, batang gram, pneumokokus, dll.
Anaerob   :     paptos streptococus, fuso fuso bacterium, dll.
-           Jamur
-           Aspirasi    :     makanan, benda asing, cairan amnion.




III.          Patofisiologis

Broncho pnemonia biasanya didahului oleh adanya peradangan pada saluran pernafasan  bagian atas, dimana kuman masuk ke dalam hidung mencapai bronchioli kemudian alveolus dan sekitarnya. Penyebaran daerah infeksi tersebut dikelilingi oleh bercak-bercak dengan diameter + 3 – 4 cm. Reaksi radang meliputi dinding bronchus. Dinding bronchus mengalami fibrosis dan pelebaran sehingga dapat mengakibatkan bronchi ektasi, sedangkan eksudat dapat terjadi karena absorbsi lambat.
Pada bronchus bila peradangnnya bensfat akut secara kopis tampak adanya selaput lendir sebab hiperamik dan banyak eksudat berupa lendir atau nanah, kadang sampai terjadi ulkus. Kelainan yang timbul  dapat berupa bercak yang tersebar pada kedua paru-paru lebih banyak pada bagian bassal koasulidasi itu terdapat sekitar mata bronchialus, paru-paru sekitar sebagian tampak normal, sebagian mengalami empisema. Kompensi stemik kadang-kadang daerah konsilidasi itu lebih sering terjadi penggabungan, hal ini dinamakan broncho pnemonia conflukise.
Bila peradangan bersifat kronis, kelainan yang timbul adalah hypertropi mukosa kelenjar broncus. Peningkatan saluran goblet disertai sel-sel radang dan odema mucosa membran bronchus yang produktif, hal ini mengakibatkan gejala khas yaitu batuk produktif. Batuk yang kronik disertai peningkatan sekresi broncus mengakibatkan bronchioli menjadi rusak dinding melebar / dilatasi bronchus terjadi karena nekrolis yang mengatasi otot polos dan serabut elastik yang mengakibatkan keadaan dinding bronchus menjadi lemah. Adapun peradangan dibagi menjadi beberapa stadium :
1.         Stadium awal            :           Terbatas pada salah satu paru, hal ini menyebabkan ventalasi paru berkurang meskipun paskularisasi menjadi lemah.
2.         Stadium lanjut          :           terjadi penyebaran infeksi pada kedua paru, terbagi atas beberapa stadium :
-          Stadium kongesti (4-12 jam pertama)
-          Stadium hepatisasi (2-3 hari)
-          Stadium resolusi (1-3 minggu)

IV.         Manifestasi Klinik

o        Sesak nafas disertai pernafasan cuping hidung dan tarikan dinding dada kadang sampai cianosis.
o        Suhu tubuh dapat naik sangat mendadak sampai 39 – 40 oC.
o        Pada aupkutraksi paru didapat adanya ronchi basah.
o        Lenkositosis
o        Pernafasan cepat dan dangkal > 50 x/m (2 bulan - < 12)
o        Batuk yang mula-mula kering kemudian menjadi produktif
o        Perubahan suara nafas ngorok
o        Nyeri dada biasanya timbul akibat gesekan preta yang meradang
o        Foto thorax menunjukkan adanya Infiltrad berupa bercak
o        Perubahan kesadaran

V.          Pemeriksakan Diagnosis

o        Foto Thorax pada broncho pneomonia terdapat bercak “Infiltrat” pada satu atau beberapa lobus
o        Laboratorium : gambaran darah tapi menunjukkan leutositosis, depan mencapai 15000-40000/mm3 dengan pergeseran ke kiri, kuman penyebab dapat dibiakan dari resapan tenggorokan dan mungkin juga dari darah, urine biasanya berwarna lebih tua mungkin terdapat Albumin Uria ringan karena suhu yang naik dan sedikit Thorax Hyalin. Analisis gas darah Anteni dapat menunjukkan Asidosis notabolik dengan atau tanpa retensi CO2

VI.         Penatalaksanaan Medis

Pengobatan diberikan berdasarkan atiologi dan uji rekstansi, tetapi karena hal itu perlu waktu sedangkan RS perlu therapi secepatnya maka biasanya diberikan :
1.         Pinicilin 50.000 w/Kg BB ditambah dengan Kloram penical 50-70 mg/Kg BB/hari.
2.            Pemberian O2 dan cairan IV biasanya diperlukan campuran glucosa 5% dan NaCl 0,9% dalam perbandingan 3:1 ditambah larutan KCL 10 mg/500 Ml/Berat antani
3.            Pemberian therapi yang disesuaikan dengan hasil analisa gas darah antani (Nialson.1993:61)













ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK SAKIT  DENGAN DX BRONCHO PNEMONIA
DI RUANG PERAWATAN IV RS. DUSTIRA CIMAHI


PENGKAJIAN

Pengumpulan Data

I.          Biodata

Nama klien                            : An. Riz
Umur                                      : 6 Tahun
Jenis kelamin                       : Laki-laki
Pendidikan                           : SD
Agama                                   : Islam
Anak ke                                 : II
Tanggal masuk                    : 16 Januari 2002
Tanggal pengkajian                        : 18 Januari 2002
No. Register                          : 0654/2/2002
Diagnosa                               : Broncho Pnemonia
Alamat                                    : Jl. Cibeber RW.06/II Cimahi

PENANGGUNG JAWAB AYAH

Nama                                     : Tn. H                       
Pekerjaan                              : TNI AD
Hubungan keluarga                        : Orang Tua

PENANGGUNG JAWAB IBU
Nama                                     : Ny. I
Pekerjaan                              : Ibu Rumah Tangga
Hubungan keluarga                        : Orang Tua


II.            Riwayat Kesehatan

a.         Keluhan Utama
            Ibu mengatakan klien sesak nafas dan batuk-batuk serta pilek.
b.         Riwayat kesehatan sekarang
+  4 hari sebelum masuk RS Ibu klien mengatakan klien panas dalam disertai batuk, pilek, sesak nafas (+), kurang nafsu makan. Pada saat dikaji klien tampak sesak dan disertai batuk dahak. Sesak berlangsung terus menerus, sesak bertambah bila klien tidur terlentang dan sesak berkurang bila klien tidur dengan bantal yang tinggi dan bagian punggung dilakukan fibrinasi.
c.            Riwayat kesehatan masa lalu
·                     Riwayat prenatal
Pada saat hamil 2 bulan klien biasa memeriksakan kehamilannya ke bidan yaitu pada usia kehamilan 3 bulan 1 x 6 bulan satu sekali pada umur kehamilan9 bulan 3 kali mendapatkan imunisasi TT 2 x dan mendapatkan obat/Vit Fa menurut ibu pada riwayat kehamilan tidak ada mengalami kelainan dan kehamilan cukup bulan HPHT tidak diingat oleh ibu klien. Selama hamil tidak mengkonsumsi obat jamu-jamuan.
d.            Riwayat kesehatan keluarga
Di keluarga klien ada  yang menderita penyakit yang sama yaitu neneknya. Nenek dan klien tinggal serumah dan dekat sekali dengan klien.
·                     Riwayat Natal
Klien adalah anak ke II. Ibu klien mengatakan klien ditolong oleh bidan. Klien lahir dengan kehamilan cukup bulan, lahir spontan, letak kepala, menangis keras dengan BBL : 3000 gr dan panjang lahir tidak diukur.


·                     Riwayat Past Natal
Klien lahir pada tanggal 28 – 10 – 1996
Menurut keterangan ibunya, pertumbuhan sejak lahir tidak ada kelainan. Klien tidak pernah dibawa ke sarana kesehatan sehingga BB klien pada umur 1 – 7 tahun mengalami penambahan BB dan TB.
·                     Perkembangan
Menurut pengakuan ibu klien, kepandaian klien sebelum sakit dalam aktivitas tidak pernah mengalami hambatan bergaul dengan teman sebaya dan tidak pernah cengeng.
·                     Nutrisi
Menurut  ibu klien , pada saat sebelum masuk rumah sakit klien jarang makan dan lebih banyak mengemil / jajan. Di rumah sakit klien makan sedikit (1/4 porsi) makan roti, minum susu. Minum 8-10 gl/hari + susu.
·                     Imunisasi
Pada umur 0-1 tahun imunisasi lengkap.

III.           Pemeriksaan Phisik

a.         Keadaan umum lemah dan hanya tidur
            -           Kesadaran C.M.
b.         Tanda-tanda vital
TD       :           90/60 mmhg
N         :           42 x/m
R         :           32 x/menit
S         :           37,4 0C
BB       :           107 cm
TBG    :           15 kg
c.         Kepala           :           Bentuk kepala simetris, warna rambut hitam keras dan tidak tampak adanya alopesia lasi, distribusi merata dan kebersihan cukup.
Mata               :           Bentuk simetris ka-ki tidak anemis,aniktasik, tidak tampak adanya odema, palpera, penglihatan normal.
Hidung           :           Bentuk simetris ka-ki, ada pernafasan caping, hidung kesulitan bernafas sesa.
Telinga           :           Bentuk simetris ka-ki, tidak tampak adanya senumen, pendengaran normal.
Mulut              :           Mukosa bibir kering, warna merah kecoklatan, lidah putih, kebersihan kurang.
d.         Leher              :           Tidak tampak adanya pembesaran KGB dan vena jogulari.
e.         Dada              :           Bentuk dan gerak simetris pada auskultasi paru terhadap bronchi pada kedua paru suara, nafas brochial inspirasi lebih pendek dan ekspirasi frekwensi 32 x/m.
f.          Aksila             :           tidak teraba adanya pembesaran kelenjar limfe.
g.         Abdomen       :           Bentuk datar lembut bising usus +.
h.            Genetalia &  
Anus              :           Tidak ada kelainan.
i.               Ektremitas    :           Normal tidak terpasang infus.

IV.          Data Sosial

Hubungan keluarga            :           Baik, klien mampu berkomunikasi dengan ibunya juga orang yang ada di rumahnya.
Hub. dgn perawat
dan pasien lain        :           Klien dapat menggerakkan instruksi dokter maupun perawatnya.
Data spiritual            :           Klien beragama Islam dan selalu berdo’a atas kesembuhannya dan ibu klien selalu melaksanakan ibadah sholat.

V.           Struktur Keluarga

           








 
              +






 















Keterangan   :



 
                                                Laki-laki

                                                Perempuan

                                                Klien

                                                Kawin

                                                Tinggal satu rumah

                                    +          Meninggal








VI.       Data Biologis


VII.      Data Penunjang
                                                                          Nilai Normal                   Interurahes
Lecosit           5,8 gr%                                   12,0 - 16 gr%             Normal
HB                  12 rb/mm3                                        4,0 - 10 rb/mm3                            Normal              
Trombosit       315 rb/mm3                                     150 - 140 rb/mm3                        Normal
Hematokrit     35%

Therapy
-                      Bisolvon
-                      Pentalon
-                      OBH 3 x 1
-                      Amoxylin 3 x 250 mg


VIII.     Analisa Data


IX.       Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah
1.            Bertihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan adanya peradangan pada jaringan paru dan bronchiale.
2.            Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anareksia.
3.            Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur berhubungan dengan Her Ras akibat batuk-batuk dan sesak.
4.            Gangguan rasa cemas berhubungan dengan kurangnya informasi yang didapat keluarga tentang penyakitnya dan proses pengobatan klien.












NO.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
P E R E N C A N A A N
IMPLEMENTASI
EVALUASI
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONAL
1
2
3
4
5
6
7
1
Bersihan nafas tidak aktif
Tujuan Umum :
1. Anjurkan nelarik
1. Utk mengeluarkan
1. Mengajarkan teknik
tgl.

berhubungan dengan adanya
- Jalan nafas efektif
    batuk efektif
    sekret
    batuk efektif
S : ibu klien

peradangan pada jaringan paru

2. Atur posisi tidur
2. Diharapkan nafas
2. Mengatur posisi
     mengatakan klien

dan bronchiale
Tujuan Khusus :
    klien dgn posisi
    lebih leluasa atau
    tidur dengan semi
     masih batuk dan


- Sesak tidak ada
    semi foculer
    bebas, karena tdk
    foculer
     sesak


- Batuk hilang
3. Lanjutkan
    ada penekanan dr
3. Memberikan
O : batuk dan ronchi


- Suara ronchi tidak
    pemberian teraphi
    rongga perut
    nebulizer dengan 1
     masih ada


  ada
    nebulazar Nacl 2x
3. Untuk proses
    vertikulin salvanat
A : Masalah belum



    sehari jam 06.00
    pengobatan dan

     teratasi



    dan 18.00
    pengeluaran

P : Intervensi




    sekret

     dilanjutkan
2
Gangguan pemenuhan keb.
Tujuan Umum :
1. Beri makanan
1. Dengan makan
1. Memberikan makan
tgl.

nutrisi kurang dari kebutuhan
- Klien dapat makan
    sedikit tapi sering
    sedikit-sedikit
    sedikit-sedikit tapi
S : ibu klien

tubuh berhubungan dengan
  dengan baik
    makanan dalam
    klien tidak akan
    sering dalam
     mengatakan klien

Anoraksia

    keadaan hangat
    merasakan enak
    keadaam hangat
     makan habis 1


Tujuan Khusus :
2. Timbang BB
2. Agar dpt diketahui
2. Menimbang BB
     porsi


- BB naik
    setiap hari jam
    pertumbuhan dan
    klien tiap hari
O : klien tampak mau


- Nafsu makan(+)
    08.00
    keberhasilan

     makan sedikit-


- Makan habis 1

    pemenuhan keb.

     sedikit bahis 1


  porsi

    nutrisi

     porsi


- Klien tidak muntah



A : Masalah teratasi
3
Gangguan pemenuhan keb.
Tujuan Umum :
1. Atur posisi tidur
1. Diharapkan
1. Mengatur posisi
tgl.

istirahat tidur berhubungan dgn
- Keb. Istirahat tidur
    dgn semi focular
    mengurangi
    tidur dengan semi
S : keluarga berkata

teraktifasi R.a.s akibat batuk
  terpenuhi
2. Ciptakan suasana
    sesak nafas
    foculer
     klien masih sering

dan sesak

    nyaman pd saat
2. Dpt menurunkan
2. Menciptakan
     terjaga pada


Tujuan Khusus :
    klien tidur
    R.a.s pada klien
    suasana aman dan
     malam hari


- Klien dpt tidur 6-7
3. Kurangi jumlah

    tenang
O : Masih tampak blm


  jam sehari
    pengunjung


     bisa tidur


- Sesak tidak ada





1
2
3
4
5
6
7









- Batuk tidak ada


3. Dgn mengurangi
A : Masalah belum


- Tidur lebih


    jumlah pengunjung
     teratasi


  nyenyak


    maka klien dapat
P : Intervensi





    beristirahat dengan
     dilanjutkan





    tenang








4
Cemas berhubungan kurangnya
Tujuan Umum :
1. Motivasi ibu klien
1. Dapat mengurangi
1. Memotivasi ibu
tgl.

informasi yang didapat keluarga
- Cemas tidak ada
    untuk ungkapkan
    beban ibu klien
    klien dan keluarga
S : keluarga / ibu

tentang penyakit dan proses
  lagi
    perasaannya
2. Merupakan
    untuk mengungkap
     mengerti tentang

pengobatan klien

2. Tunjukkan sikap
    dukungan pada
    perasaannya
     penjelasan yang


Tujuan Khusus :
    empati pada
    keluarga sehingga
2. Menunjukkan sikap
     diberikan perawat


- ibu klien mengerti
    keluarganya.
    akan lebih tenang
    empati pada
O : wajah ibu tampak


  tentang penyakit &
    Terima pendapat
    dan lebih sabar
    keluarganya.
      ceria


  pengobatannya
    atau keluhan yg
3. Dapat menambah
    Menerima pendapat
A : Masalah teratasi



    dikeluhkan
   wawasan keluarga
    atau keluhan yang




    keluarganya
    tentang penyakit
    dikeluhkan




3. Beri penjelasan
    dan proses
3.Memberi penjelasan




    tentang penyakit
    pengobatan pada
   tentang penyakit &




    dan proses
    anaknya.
   proses pengobatan




    pengobatan pada
    Diharapkan mau
   pada keluarga klien




    keluarga klien
    bekerja sama dgn






    perawat

















Post a Comment