follow me for get something special from me

Tuesday, 9 September 2014

ASKEP IMUNISASI BCG DAN POLIO



TINJAUAN TEORITIS
IMUNISASI BCG DAN POLIO


Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap penyakit tertentu. Sedangkan Vaksin adalah kuman atau racun kuman yang dimasukkan ke dalam tubuh bayi/anak yang disebut antigen. Dalam tubuh antigen akan bereaksi dengan anti body sehingga akan terjadi kekebalan. Ada dua jenis kekebalan yang bekerja dalam tubuh bayi/anak :
1.            Kekebalan aktif
adalah kekebalan yang dibuat sendiri oleh tubuh.
Kekebalan aktif dapat dibagi :
a.            Kekebalan aktif alamiah : dimana si anak membuat kekebalan sendiri setelah sembuh dari sakit  misal : anak telah menderita campak .
b.            Kekebaln aktif buatan : kekebalan yang dibuat tubuh setelah mendapat vaksin (imunisasi) misalnya : BCG, DTP dan polio dan lainnya.

2.            Kekebalan pasif
Tubuh anak tidak membuat antibody sendiri tetapi kekebalan tersebut diperoleh dari luar setelah memperoleh zat penolak, sehingga proses cepat tetapi tidak bertahan lama. Kekebalan pasif dapat dibagi :
a.            Kekebalan pasif alamiah : kekebalan yang diperoleh bayi secara lahir dari ibunya misal : difteri, morbili dan tetanus.
b.            Kekebaln pasif buatan : dimana kekebalan diperoleh setelah mendapat suntikan zat penolak. Misalnya : ATS.

Ada 6 macam penyakit yang dapat dicegah sesuai dengan program imunisasi yaitu BCG, difteri, pertusis, tetanus , polio dan campak. Macam macam vaksin adalah sebagai berikut :

I.          Vaksin BCG

Vaksin BCG tujuan pemberian untuk membuat kekebalan aktif terhadap penyakit tuberculosis/TBC. Vaksin BCG mengandung kuman bacillus Calmette Guerin. Yang dibuat dari bibit penyakit hidup yang sudah dilemahkan. Jadwal pemberian vaksin BCG adalah sebagai berikut :
1.            Umur 0 – 11 bulan  sebaiknya  diberikan usia 0 – 2 bulan dosis 0,05 cc.
2.            Vaksin ulang pada umur anak 5 tahun.

Efek samping pemberian vaksin ini pada dasarnya tidak ada tetapi reaksi secara normal akan timbul selama 2 minggu seperti pembengkakan kecil, merah pada tempat penyuntikan yang kemudian akan menjadi abses kecil dengan garis tengah 10 mm. Luka ini aakan sembuh sendiri dan meninggalkan parutan pada jaringan. Cara penyuntikan BCG adalah sebagai berikut :
1.            Bersihkan dengan kapas yang dibasahi air matang.
2.            Peganglah lengan kanan anak dengan tangan kiri sehingga kita berada di bawah lengan anak. Lingkari jari-jari anda dan kulit lengan dengan atas anak menegang.
3.            Pegang semprit tangan dengan tangan kanan lubang jarum menghadap ke atas.
4.            Letakkan jarum dan semprit  hampir sejajar dengan lengan anak.
5.            Masukkan jarum ke dalam kulit dan usahakan sedikit mungkin melukai  kulit.
-                      Pertahankan jarum sejajar dengan lengan anak dan lubang tetap menghadap ke atas jarum saja yang masuk ke dalam kulit.
-                      Jangan menekan jarum terlalu lama dan jangan meregangkan ujung jarum terlalu menukik
6.            Letakkan ibu jari tangan kiri pada atas ujung bawah
7.            Pegang pangkal bawah antara jari telunjuk dan jari tengah kemudian doronglah bistan dengan ibu jari tangan kanan anda.
8.            Setelah vaksin habis, jarumnya di cabut.
9.            Juka vaksin BCG tepat maka akan timbul berjalan di kulit.

II.         Vaksin Polio

Vaksin polio tujuan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit kronis yaitu penyakit poliomyelitis. Vaksin polio terdapat 2 kemasan, yaitu  :
1.            Vaksin yang mengandung virus polio yang sudah dilemahkan, cara pemberiannya adalah disuntikkan.
2.            Vaksin yang mengandung virus polio yang masih hidup yang telah dilemahkan, cara pemberian melalui oral dan bentuk cair dan pil.
Jadwal pemberian vaksinasi polio adalah sebagai berikut :
1.            Pada  bayi umur 2 – 11 bulan diberikan 3 x . Pemberian dengan dosis 2 tetes sampai 4 minggu.
2.            Pemberian ulang pada umur 1,5 – 2 tahun.
3.            Menjelang umur 5 tahun.
4.            Pada umur 10 tahun.

Biasanya pemberian vaksinasi polio di berikan bersama-sama vaksin BCG, akan tetapi interval pemberian dengan waktu 2 jam. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi p[olio sebesar 45  - 100 %. Bereaksi timbul biasanya tidak ada. Kalaupun ada hanya bercak-bercak ringan. Kontradiksi pemberian polio aanak dengan diare berat. Anak sakit parah dan anak menderita defisiensi kekebalan. Hal-hal yang harus dilakukan pada pemberian imunisasi polio adalah sebagai berikut :
1.            Menyiapkan vaksin polio
a.            Bukalah tutp metal dan tutup karet.
b.            Pasanglah pipet plastik pada plakon.
c.            Vaksin polio siap diberikan.
2.            Mengatur posisi bayi dan cara pemberiannya
a.            Ibu di suruh menelentangkan bayinya di atas pangkuannya dan memegangnya erat-erat.
b.            Mulut anak dibuka dengan  2 jari sambil menekan kedua pipi anak sehingga mulut terbuka.
c.            Teteskan vaksin polio langsung dari pipet kedalam mulut anak sebanyak 2 tetes.
3.            Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
a.            2 tetes sebanyak 3 kali, pemberian dengan selang 4 minggu.
b.            Buanglah sisa vaksin setelah dipakai di lapangan.
























ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK
DENGAN IMUNISASI DASAR BCG DAN POLIO DI POLIKLINIK ANAK RUMAH SAKIT DUSTIRA
CIMAHI


I.          PENGKAJIAN

A.        Identitas

1.         Bayi/anak

Nama                                     : An. A
Tanggal lahir                                    : 9 Januari 2002
Jenis kelamin                       : Laki-laki
Agama                                   : Islam
Anak ke                                 : I
Tanggal kunjungan             : 16 Januari 2002
Mad Rec.                               : 0521/I/2002

2.         Orang tua

Nama                                     : An. R
Umur                                      : 26 tahun
Agama                                   : Islam
Pendidikan                           : SMA
Pekerkaan                             : TNI-AD
Suku Bangsa                                   : Sunda
Alamat                                    : Jl. Suharto Asrama kesatuan
                                                  Bekang Kalidam – Cimahi

B.        Alasan dating ke rumah sakit

Orang tua klien (ibunya) membawa klien untuk mendapatkan imunisasi BCG dan polio.


C.        Keluhan utama

Klien berusia 7 hari dibawa oleh ibunya ke poliklinik anak rumah sakit dustira untuk di imunisasi BCG dan polio dan imunisasi ini merupakan imunisasi yang pertama untuk klien. Dengan diberikan imunisasi ini berarti mendapat kekebalan.

D.        Riwayat penyakit klien

1.            Riwayat penyakit masa lalu

Klien berusia 7 hari belum pernah menderita penyakit apapun.

2.            Sekarang

Klien berusia 7 hari dan belum mendapatkan imunisasi apapun. Klien tidak menderita penyakit apapun sehingga ibu klien membawa ke poliklinik untuk mendapatkan imunisai BCG dan polio.


E.        Riwayat kesehatan keluarga

Orang tua klien tidak menderita  penyakit keturunan, tidak sedang menderita penyakit menular dan berat, orang tua klien dalam keadaan sehat.

 

F.         Riwayat kehamilan

1.           Pre natal

a.            Kehamilan : G1 P1 A0 
b.            Penerimaan kehamilan : kehamilannya adalah yang pertama dan sangat dinantikannya.
c.            Gizi ibu selama mengandung : baik, ibu menyukai sayuran dan buah-buahan.
d.            Kesehatan ibu selama hamil : selama hamil, ibu tidak pernah menderita penyakit yang berat dan tidak mengalami pengobatan.
e.            Makanan yang dipantang : makanan pedas dan asam.
f.             Pertumbuhan / kenaikan BB selama hamil :
- Trisemester I           : 1 kg
- Trisemester II          : 5 kg
- Trisemester III         : 4 kg
g.            Keluhan selama hamil muda : mual-mual, terutama  bila makan nasi dan berlangsung sampai + 3 bulan.
h.            Obat-obatan yang pernah diminum : tablet fe dari bidan.
i.              Penyakit kehamilan : tidak ada.
j.              Imunisasi TFT :
-    TFT umur kehamilan + 16 minggu
-    TFT umur kehamilan + 20 minggu

2.           Natal

a.            Bayi waktu lahir ditolong oleh bidan di RS Dustira
b.            Jenis persalinan normal.
c.            Keadaan waktu bersalin sehat.
d.            APGAR. Ibu menyatakan bahwa waktu lahir bayi langsung menangis kuat, tidak ada APGAR Score dan riwayat persalinan.

3.           Post natal

a.            Kesehatan ibu : baik
b.            Kesehatan bayi : baik
c.            Nutrisi (colustrum) : colustrum sudah keluar setelah persalinan meskipun baru sedikit-sedikit
Cara pemberian : beberapa jam setelah lahir.
d.            Redlek fiiologis
1)         Reflek moro : ada
2)         Reflek sucking         : ada
3)         Reflek grosping        : ada
4)         Reflek roothing        : ada
5)         Reflek tonik-neck     : ada
6)         Reflek babinsky       : ada

G.        Pola kebutuhan sehari-hari

1.         Nutrisi

a.         Jenis susu yang diberikan : asi 
b.         Cara pemberian : langsung
c.         Umur mendapat makanan tambahan : klien belum mendapat makanan tambahan.
d.         Reaksi waktu mendapatkan asi : bayi menghisap dengan baik/kuat.

2.         Eliminasi

a.         Bak : + 13 x/24 jam warna kuning bau khas.
b.         Bab : 2 - 3 x/hari konsistensi lembek warna kuning.

3.         Istirahat dan tidur

a.         Tidur malam + 11 jam : hampir sepanjang malam tidur klien terbangun jika popoknya basah saat bak/bab dan akan tidur setelah minum asi.
b.         Tidur siang + 10 jam : klien tidur sepanjang hari, akan bangun bila lapar dan popoknya basah.

4.         Kebersihan

Bayi dimandikan oleh ibunya 2 x/hari dengan menggunakan air hangat dan sabun bayi yaitu pagi jam 08.00 dan sore jam 14.00 dan ibu selalu membersihkan secara langsung jika bayi bak/bab mengganti popoknya dengan yang bersih.

H.        Tumbuh kembang/post

1.            Motorik kasar : belum tampak

2.            Motorik halus : belum tampak

3.            Perkembangan bicara dan bahsa : klien akan menangis untuk mengungkapkan rasa tidak nyaman.
4.            Perkembangan emosi dan hubungan social : klien sesekali memandang orang yang menggendongnya/menatapnya.

I.          Riwayat imunisasi

Bayi belum mendapatkan imunisasi dasar.

J.         Kepribadian dan riwayat sosial

1.            Yang mengasuh/merawat anak : ibunya.
2.            Hubungan antar teman bermain : belum ada.
3.            Hubungan antar keluarga : belum tampak.
4.            Watak dasar anak : belum tampak.

K.        Pemeriksaan fisik

1.            Antropometri 
a.         BB       : 3000 gr
b.         TB       : 34 cm
c.         LK       : 30 cm
d.         Lila      : 13 cm
e.         LD       : 30 cm
f.          LK       : 33 cm

2.            Tanda-tanda vital
a.         Suhu              : 36,5 0C
b.         Nadi                : 132 x/m
c.         Respirasi       : 46 x/m

3.            Pemeriksaan umum
a.            Kepala
Bentuk           : bulat oval
Ubun kecil     : belum menutup
Rambut tipis halus
Lesi tidak ada
b.         Mata               :  bentuk simetris, konjungtiva anaremis, sclera anikterik, cornea transparan jernih, pupil isokar, lensa jernih, kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik.
c.         Hidung           :  mukosa lembab, septum simetris, bulu hidung ada tampak, secret tidak ada.
d.         Mulut              :  warna bibir merah muda, lidah merah muda bersih, grai belum tampak pharinx tidak diperiksa.


e.         Telinga           :  bentuk dan besarnya simetris dan normal, daun telinga membuka keluar, tidak nampak benjolan, serumen tidak ada fungsi, klien akan menengok kearah tepukan bila di lakukan tepukan.
f.          Leher              :  gerakan leher dapat bergerak ke ka-ki/menoleh tidak ada pembesaran vena jugulonis oedema/lesi tidak ada.
g.         Dada              :  gerakan baru, tidak ada retraksi dada, bentuk simetris.
h.         Paru-paru      :  Gerakan pernafasan tidak menggunakan alat ekrasi, pola teratur, frekwensi : 46 x/m, suara nafas varikuler.
i.          Abdoment      :  Bentuk  simetris  warna  sama  dengan  seluruh tubuh, permukaan cembung, tali pusat sudah lepas, skatnik tidak ada, permukaan sanpel tidak ada massa, bunyi redup, bising usus (+) 7 x/m.
j.          Kulit                :  warna putih kemerahan, terdapat rambut halus pada muka.
k.         Kuku              :  Bentuk agak cembung, kuku pendek.
l.              Aktremitas
Atas                :  Simetris, gerakan normal.
Bawah           :  bentuk simetris, pergerakan baik.
m.           Genelolia       :  tidak ada kelainan, bentuk normal.
n.            Anus              :  tidak ada kelainan, normal.

 

L.         Reaksi hospitalisasi

Klien berusia 7 hari, sehingga hanya menurut ibunya, klien menangis saat di timbang.

M.        Struktur keluarga

           








 
             






 













Keterangan   :



 
                                                Laki-laki

                                                Perempuan

                                                Klien

                                                Kawin

                                                Tinggal satu rumah

                                   

II.         ANALISA DATA

III.        DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.            Kebutuhan akan pelayanan imunisasi berhubungan dengan bayi belum mendapat imunisasi dasar ditandai dengan :
DO   : Anak belum di imunisasi
DS   :  Ibu mengatakan bahwa usia bayi 7 hari dan belum mendapat imunisasi dasar, anaknya belum pernah sakit dan ibunya ingin anaknya di imunisasi.
2.            Kurangnya pengetahuan ibu tentang imunisasi berhubungan dengan informasi yang akurat ditandai dengan :
DO   : Ibu sering bertanya
DS   :  Ibu bertanya apa manfaat BCG dan polio serta kapan imunisasi selanjutnya akan dilakukan.




















IV.       NURSING CACE PLAN

NO.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONALALISASI


1
2
3
4
5

1
Kebutuhan akan pelayanan
Kebutuhan akan pelayanan
1. Jelaskan prosedur pelaksanaan
1. Ibu dpt memahami prosedur


imunisasi berhubungan dengan
imunisasi terpenuhi dengan
    imunisasi pada ibu
    pelaksanaan imunisasi


bayi belum mendapat imunisasi
kriteria :
2. Siapkan alat untuk imunisasi
2. Persiapan alat yang memadai


ditandai dengan :
- Tujuan jangka pendek : bayi
    terdiri dari :
    akan memudahkan prosedur


DO : Anak belum di imunisasi
  mendapat imunisasi dasar
    - Kupet steril tertutup vaksin BCG
    tindakan


DS : Ibunya mengatakan bahwa
  BCG dan polio
    - Spuit 3 cc
3. Dosis BCG untuk bayi < 1 thn


        bayi berusia 7 hari dan blm
- Tujuan jangka panjang : bayi
    - Kasa kecil untuk kapas alkohol
    dan dosis polio. Bayi telah


       mendapatkan imunisasi
  terhindar dari penyakit TBC dan
    - Vaksin polio dlm bentuk sabin
    mendapatkan kekebalan.


       dasar, anaknya blm pernah
   polio
    - Bangkong berisi cairan



       sakit dan ibunya ingin

      desinfektan untuk tempat bekas



       anaknya di imunisasi

      Pakai





    - Perlak dan alas





3. Suntikan vaksin BCG secara IC





    sebanyak 0,05 cc pd 1/3 lengan





    atas kanan dan teteskan vaksin





    polio sebanyak 2 tetes








2
Kurang pengetahuan ibu tentang
Ibu dapat mengetahui tentang
1. Kaji kemampuan ibu
1. Utk mengetahui kemampuan


imunisasi berhubungan dengan
imunisasi dengan kriteria :
2. Jelaskan maksud dan tujuan
    ibu dlm pemahaman tentang


DO : Ibu sering bertanya
Tujuan jangka pendek
    Imunisasi
    imunisasi


DS : Ibu menanyakan apa
- Ibu mengerti semua penjelasan
3. Jelasakan jadwal imunisasi
2. Ibu akan mengerti tujuan dan


        manfaat BCG dan polio,
  perawat
    Selanjutnya
    dan maksud pemberian


        kapan imunisasi
- Ibu telah tahu jadwal pemberian

    imunisasi


        selanjutnya akan dilakukan
  imunisasi

3. Ibu akan memahami jadwal



Tujuan jangka panjang

    pemberian imunisasi selanjut-





    nya








V.           IMPLEMENTASI DAN EVALUASI



Post a Comment