follow me for get something special from me

Friday, 12 September 2014

LAPORAN PENDAHULUAN dan ASKEP Tifus/TYPHOID abdominalis


LAPORAN PENDAHULUAN

     I.    Kasus                               : Tifus abdominalis
Masalah Utama               : Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
 II.   Proses terjadinya masalah :
Tifus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya menyerang saluran pencernaan  dengan gejala demam lebih dari  satu minggu dan dapat terjadi gangguan kesadaran.
Kuman masuk melalui mulut sebagian kuman akan dimusnahkan di lambung oleh asam lambung dan sebagian lagi akan masuk kedalam usus halus. Terjadi koloni kuman dalam usus yang cepat diikuti terjadinya bakterimia, denyut nadi lambat, demam tinggi ( terutama malam hari ), kejang perut, diare dan konstipasi. Keadaan ini yang menyebabkan gangguan pada intake makanan yang dibutuhkan oleh tubuh
III.   Etilogi :
Salmonella typhosa
 IV.   Patofisiologi :
Kuman masuk melalui mulut sebagian kuman akan dimusnahkan di dalam lambung dan sebagian kuman lagi akan terus masuk ke dalam usus halus, jaringan limfoid, dan berkembang biak menyerang villi usus halus kemudian kuman masuk keperedaran darah danmencapai sel-sel retikulo endoteleal, hati, limfa, dan organ lain terjadi selama masa incubasi dan akan berakhir saat sel retikuloendoteleal melepaskan kuman kedalam peredaran darah dan menimbulkan bakterimia untuk kedua kalinya, kemudian kuman masuk ke dalam bebrapa organ tubuh terutama limfa, hati dan kandung empedu.
Pada minggu pertama : terjadi hiperplasia plaque peyeri ini terjadi pada kelenjar limfoid usus halus.
Pada minggu kedua : terjadi nekrosis
Pada minggu ketiga : terjadi ulserasi plaque peyeri
Minggu ke empat : terjadi penyembuhan usus dan terjadi sikatrik, ulkus dapat menyebabkan perdarahan sampai terjadi perforasi, sedangkan gejala pada saluran cerna disebabkan oleh kelainan pada usus halus.
   V.   Manifestasi Klinis :
a.     Nyeri kepala, lemah dan lesu
b.     Demam tidak terlalu tinggi berlangsung selama 3 minggu, minggu pertama peningkatan suhu tubuh berpluktuasi biasanya suhu meningkat pada malam hari dan turun pada pagi hari. Minggu kedua suhu tubuh terus meningkat. Minggu ketiga suhu mulai turun dan dapat kembali normal
c.        Gangguan pada saluran cerna ; holitosis, bibir kering dan pecah, lidah kotor ( coated tongue ), meteorismus, mual, tidak nafsu makan, hepatomegali,  splenomegali disertai dengan nyeri perabaan
d.     Penurunan kesadaran ; apatis atau somnolen
e.     Bintik kemerahan pada kulit ( roseola ) akibat emboli bakteri pada kapiler kulit
f.        Epistaksis
 VI.   Pohon masalah
Perubahan nutrisi kurang dari                 intoleransi aktifitas
             kebutuhan


 
                                                                                          Gangguan keseimbangan        
  Penurunan nafsu makan                    Nyeri                                   volume cairan











 
               Tukak                           Hepatomegali         Splenomegali          Demam












 
Kelenjar limfoid usus halus                   Hati                    Limfa               Endotoksin


 
Menyerang mukosa usus halus

       Masuk kedalam saluran pencernaan

       Salmonella typhosa
VII.   Masalah perawatan dan data yang perlu dikaji :
Data
masalah
DO
Porsi makan tidak habis, Muntah, klien tampak tidak mau makan
DS
Ibu klien mengatakan “ klien tidak mau makan, makanan tidak pernah dihabiskan “
DO
Klien terlihat muntah, bibir terlihat kering, suhu tubuh meningkat

DS
Klien mengatakan minum hanya sedikit ± 3 gelas sehari,
Ibu klien mengatkan “ klien demam bila malam hari dan minum hanya sedikit “
DO
Peningkatan suhu tubuh > 37 5 0 C
Muka terlihat merah
Nadi tachicardi
Kulit teraba panas

DS
Keluarga mengatakan anak demam dan cengeng

Nutrisi kurang dari kebutuhan






Defisit volume cairan









Hipertermi


VIII.   Diagnosa keperawatan
1.     Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat
2.     Risti defisit volume cairan berhubungan dengan intake cairan yang tidak adekuat dan peningkatan suhu tubuh.
3.     Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi
 IX.   Rencana intervensi
1.     Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat
a.   Motivasi untuk makan sedikit tapi sering
b.  Sajikan makanan dalam keadaan hangat
c.   Pertahankan oral hygiene
d.  Berikan makanan tinggi kalori dan protein
e.   Timbang BB setiap 3 hari sekali
f.   Kolaborasi untuk pemberian terapi

2.     Risti defisit volume cairan berhubungan dengan intake cairan yang tidak adekuat dan peningkatan suhu tubuh.
a.   Anjurkan untuk minum ± 1500 ml / hari
b.  Monitor intake output
c.   Monitor turgor kulit
d.  Kolaborasi untuk pemberian cairan parenteral

3.     Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi
a.   Berikan kompres hangat
b.  Motivasi untuk banyak minum
c.   Motivasi untuk mengurangi aktifitas ( Bedrest )
d.  Kolaborasi untuk pemberian antipiretik

    X.    Daftar kepustakaan :
CAPERNITO LINDA JUALL, 2001, Asuhan Keperawatan, edisi 8, EGC, Jakarta,

DOENGOES MARILLYN E, 1999,  Rencana Asuhan Keperawatan, edisi ke III, EGC, Jakarta
Suriadi. Yuliani, Rita. 2001, Asuhan Keperawatan Pada Anak, Sagung Seto, Jakarta
Wong, L, Donna, 2003, Pedoman Keperawatan Pediatrik, Jakarta, EGC






















































ASUHAN KEPERAWATAN “ An. C “
DENGAN DIAGNOSA OBSERVASI FEBRIS TIPOID
DI RUANG ASTER R.S PMI BOGOR


I.    Pengkajian
  1. Identitas Klien
Nama                            : An “ C “
Umur                            : 9 tahun
Tempat Tanggal lahir   : Bogor, 14 – 2 - 1996
Jenis kelamin               : perempuan
Agama                          : Islam
Pendidikan                    : Sekolah Dasar
Suku                             :  Jawa Sunda
Alamat                         : Ciparigi Indah blok D / 17 Rt. 01 Rw. 07 Bogor
No R.M                         : 039019
Ruangan                        : Aster
Diagnosa Medik                        : Obs febris typoid
Tanggal masuk              : 25 – 5 - 2005
Tgl Pengkajian              : 31 – 5 – 2005
Nama Ayah                   : P. H
Umur                            : 42 tahun
Agama                          : Islam
Pendidikan                    : D 3
Suku                             : Jawa
Pekerjaan                     : Karyawan Swasta
Alamat                         : Ciparigi Indah blok D / 17 Rt. 01 Rw. 07 Bogor
Nama Ibu                     : Y. A
Umur                            : 37 tahun
Agama                          : Islam
Pendidikan                    : SMA
Suku                             : Sunda
Pekerjaan                     : Ibu rumah tangga

Alamat                         : Ciparigi Indah blok D / 17 Rt. 01 Rw. 07 Bogor

  1. Keluhan utama
Kliem mengatakan makan tidak nafsu                           
  1. Riwayat kesehatan sekarang :
Klien dirawat sejak tanggal 25 – 5 – 2005, pengkajian dilakukan tanggal 31 – 5 – 2005, ibu Klien mengatakan “ klien panas tinggi sejak empat hari yang lalu, kepala pusing, makan sedikit, BAB susah.
  1. Riwayat kesehatan masa lalu :
1.      Riwayat kelahiran :
Menurut keterangan ibu klien “ persalinan normal ditolong oleh bidan “
Usia kehamilan 9 bulan.
2.     Riwayat pemberian makanan :
Ibu klien mengatakan “ Klien mulai diberikan makanan tambahan sejak usia 4 bln, sebelumnya klien hanya diberikan ASI saja “
3.     Riwayat penyakit pada masa anak-anak :
Ibu klien mengatakan “ Klien tidak pernah mengalami sakit parah dan belum
pernah dirawat di rumah sakit “
4.     Riwayat imunisasi :
Ibu klien mengatakan “ Imunisasi diberikan sesuai dengan apa yang
diprogramkan “
5.     Pengobatan saat ini :
Ibu klien mengatakan “ Klien tidak sedang dalam pengobatan “
6.     Riwayat Alergi :
Ibu klien mengatakan “ tidak ada riwayat alergi yang diderita oleh klien “
E.   Riwayat pertumbuhan :
a.     Tinggi badan               : 133 cm
b.     Berat badan                : 22 kg
c.     Lingkar kepala             : 53 cm
d.     lingkar dada                : 56 cm
e.     lingkar perut               : 58 cm
f.     lingkar lengan atas      : 18 cm
  1. Riwayat Kesehatan Keluarga
Menurut keterangan keluarga tidak ada anggota keluarga yang menderita suatu penyakit keturunan seperti diabetes mellitus, hipertensi.
  1. Saudara sekandung :
No
Nama
Umur
J / K
Pendidikan
status
Ket
1
2
Haikal Aldito
3 th
L
Belum sekolah
Sehat
Adik

Genogram


 








Keterangan :       : laki -laki         : Perempuan      n  : klien     : Meninggal
                                    tinggal serumah

H. Pemeriksaan Fisik
1.    Tingkat kesadaran   : Compos mentis
2.   Tanda-tanda Vital
Ø  Suhu                            : 38 0C
Ø  Nadi                             : 120 x / mnt
Ø  Pernafasan                   : 28 x / mnt
Ø  Tekanan darah : 110 / 70 mmhg
Ø  Bb                                : 22 kg
I.   Pemeriksaan Sistematis
1.    Kepala                                   
Ø  Rambut                         : Tampak terlihat bersih
Ø  Mata                            : Conjungtiva tidak anemis, Pupil Isokor
Ø  Hidung                                     : Tampak terlihat normal, tidak ada kelainan
  anatomis, anak dapat mebedakan aroma
Ø  Telinga                         : Terlihat bersih, dan tidak ada serumen
Ø  Mulut dan gigi              : gigi terlihat bersih, lidah agak kotor
Ø  Leher                           : teraba ada pepbesaran kelenjar getah bening
2.   Thorak
a.   Inspeksi                             : bentuk simetris, tidak ada retraksi otot interkosta
b.  Palpasi                               : Vibrasi merata di semua bagian paru,
c.   Perkusi                              : sonor di semua bagian paru
d.  Auskultasi             : Vesikuler
3.   Jantung                                            
a.   Inspeksi                             : ictus Cordis terlihat di ICS 5
b.  Palpasi                               : ictus Cordis teraba di ICS 5, pada mead
  clavikula ( 1 cm )
c.   Perkusi                              : tidak terdengar
d.  Auskultasi             : rhytme teratur
4.   Abdoment                                         
o    Inspeksi                       : bentuk datar, kulit bersih
o    Auskultasi                    : Bising Usus 10 x / menit
o    Palpasi                          : tidak ada nyeri tekan
o    Perkusi                         : suara Thympani
5.   Kulit                                       : tampak terlihat bersih
6.   Gerakan ekstermitas              : tidak tampak kelainan pada kedua ektermitas            
  1. Kebiasaan sehari-hari

No
Pola aktifitas
Di rumah
Di Rumah Sakit
1




2





3





4

Nutrisi
·       Frekwensi:
·       Jumlah :
·       Macam :

Eliminasi
A.    BAK
B.     BAB
ü  Frekwensi
ü  konsistensi

Istirahat
a.     siang
b. Malam
ü  Lama
ü  Waktu

a.   Personal hygiene
ü  mandi

ü  gosok gigi
ü  Keramas

·  2 - 3 x sehari
·  1 porsi kecil
·  tidak ada pantang


4-6 x sehari

1 x sehari
lembek
kuning / khas

 jarang tidur siang

8 – 10 jam
jam 19.00 – 05.00



2 – 3 x sehari, mandiri

2x sehari, mandiri

2 x seminggu, mandiri


Makan sesuai dengan pola rumah sakit
Diet Bubur biasa rendah serat.



4 x sehari

1 x sehari



tidur siang  selama ± 2 jam

6 - 7 jam
22.00 – 06.00 malam tidur sering terbangun



2x sehari, dimandikan di tempat tidur dibantu perawat / keluarga
2x sehari dibantu perawat / keluarga

belum keramas, karena kondisi yang belum memungkinkan


  1. Pemeriksaan Lab :

No
pemeriksaan
hasil
Nilai normal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Hb
Leukosi
Trombhosit
Hematokrit
Eritrhosit
Segmen
Limfosit
LED
Widal
11,5 gr / mm3
4700
98
33
3,8
58
42
20
+
Typhus O +
Typhus H +
L = 13-16. P = 12-14
4 – 10 ribu / ul
150 – 450 ribu / ul
L = 40-48. P = 37-43
4 – 5 juta / ul
50 – 70 %
20 – 40 %
L  < 10. P < 20

  1. Penunjang :
Hasil radiologi tgl 25 – 5 – 05
Jantung, aorta dan mediastium superior tidak membesar, hilus kiri kasar dan hilus kanan normal, COR bronchovesikuler, kedua paru normal, tidak tampak infiltrat, kedua diafragma licin, tulang normal
Kesan : hilus kiri hasar dan tidak tampak infiltrat pada kedua paru
  1. Therapi ;
1.     Proris                                 : 3 x 1 ½ sendok
2.     Transpulmin syrup  : 3 x 1 sendok
3.     Xanda                                 : 1 x 1 sendok
4.     Thyamicin                          : 4 x 250 mg
5.     ulsikur                                : 3 x 150 mg Intra Vena
6.     Efotax                               : 3 x 250 mg Intra Vena
7.     colsacetin                           : 3 x 500 mg Intra Vena
  • Diet                                          : rendah serat, makanan lembek 
  1. Data Psikologis
Klien sedikit egois bila bermain dengan teman-temannya
  1. Data sosiologis
Klien berhubungan baik dengan teman-teman di sekolahnya
P.   Data Spiritual

Klien melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianut oleh keluarga



 II.       Analisa Data
No
Data senjang
Kemungkinan penyebab
Masalah
1








DS :
Ibu klien mengatakan” anak susah makan, porsi makan hanya habis setengahnya “
DO :
Porsi makan hanya habis ½  porsi, Klien tampak lemas
Suhu           : 38 0C
Nadi             : 120 x / mnt
Respirasi     : 28 x / mnt
TD           : 110 / 70 mmhg
Bb            : 22 kg

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
ã
mual, anorexia
ã
sekresi asam lambung meningkat
ã
mempengaruhi nervus vagus
ã
menginfeksi usus
ã
salmonella typhosa


Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan








2
DS
Ibu klien mengatakan “ demam anaknya naik turun, demam terutama malam hari “
DO
Suhu saat masuk 38 5 0C,
Suhu saat dikaji 37 5 0C
Nadi : 120 x / menit

Peningkatan suhu tubuh
ã
terjadi pelepasan endotoksin
ã
terjadi bakterimia
ã
mempengaruhi nervus vagus
ã
menginfeksi usus halus
ã
salmonella typhosa


Peningkatan suhu tubuh



No RM              : 039019                                                                                                                                   Ruangan            : Aster
Nama                : An “ C “                                                                                                                                  Tanggal            : 31 Mei  2005

Tgl
Jam
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria hasil
Intervensi
Rasional
31/ 5/05

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake tidak adekuat ditandai dengan ;
DS; 
klien mengatakan tidak nafsu makan

DO;
Makan hanya ½ porsi
        Tampak lemes
        BB menurun dari 24 kg
        Saat dikaji 22 kg
       
Tupan ;
Kebutuhan Nutrisi terpenuhi
Tupen ;
Asupan nutrisi adekuat




Setelah dilakukan intervensi selama 2  hari, diharapkan klien :
§ Dapat makan habis satu porsi
§ Tampak segar
§ Berat badan meningkat
Mandiri
§  Timbang berat badan setiap 2 hari
§ Tentukan pola makan dan program diet dan bandingkan makanan yang dpt dihabiskan Klien
§ Identifikasi makanan yang disukai
§ Libatkan keluarga dalam  perencanaan makan sesuai indikasi
Kolaborasi
§ Kolaborasi dengan dokter untuk program therapi



§ Untuk mengkaji pemenuhan nutris
§ Mengidentifikasi penyimpangan kebutuhan terapieutik



§ Meningkatkan  keterlibatan keluarga
§ Untuk menentukan program terapi yang tepat


No RM              : 039019                                                                                                                                               Ruangan            : Aster
Nama                : An “ C “                                                                                                                                              Tanggal            : 31 Mei  2005

Tgl
Jam
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria hasil
Intervensi
Rasional
16/9

Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi
DS;
Ibu klien mengatakan “anak masih demam terutama pada malam hari “

DO;
Suhu tubuh 37, 5 0C
Nadi 120 x / menit
Kulit teraba panas
Respirasi 28 x / menit
Tupan ;
Peningkatan suhu tubuh berulang tidak terjadi

Tupen :
Proses infeksi teratasi




Setelah dilakukan intervensi selama dua hari, diharapkan:
§ Suhu tubuh normal 36 – 37,5 ‘ C
§ Nadi normal
§ Respirasi normal 20 – 24 x / menit




§ Monitor tanda-tanda vital


§ Anjurkan untuk banyak minum
§ Motivasi klien untuk mengurangi aktifitas


§ Kolaborasi untuk pemberian anti piretik dan antibiotik




§ Untuk mengidentifikasi proses kehilangan cairan tubuh
§ Mengganti kehilangan cairan
§ Mengidentifikasi tingkat aktifitas yang dapat ditoleransi oleh klien, dan mencegah kehilangan cairan
§ Untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah peningkatan suhu tubuh berulang







Post a Comment