follow me for get something special from me

Wednesday, 10 September 2014

asuhan keperawatan gerontik


ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK IBU  D DENGAN REMATIK PADA KELUARGA BAPAK S DI RT 02 RW V KELURAHAN TANAH SAREAL
KECAMATAN TANAH SAREAL-BOGOR

PENGKAJIAN

A.    DATA UMUM
1.      Biodata
Nama Kepala Keluarga           : Ibu S
Umur                                       : 58 tahun
Pendidikan                              : SD
Agama                                     : Islam
Pekerjaan                                 : Pensiunan PNS
Alamat                                    : RT 02 RW V Kelurahan Tanah Sareal
Komposisi keluarga
No
Nama
Jenis kelamin
Umur
Hubungan dengan KK
Pendidikan
Pekerjaan
1
2
3

A
N
R
P
P
P

34 th
29 th
24 th

Anak
Anak
Anak

SMA
SMA
SMA

Ibu rumah
-
-


Genogram :


















 







Keterangan :                 
                : Laki-laki                          : Garis pernikahan                        
                : Perempuan                    
                : Klien                                           : Garis serumah            
                : Meninggal                      

 



2.   Tipe Keluarga
      Keluarga Ibu S merupakan tipe keluarga single ferent, karena suami Ibu S telah meninggal dunia.
3.      Suku Bangsa
Keluarga Ibu.S berasal dari suku Sunda. Keluarga Ibu.S menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari.
4.      Agama
Keluarga Ibu.S beragama Islam. Ibu.S mengatakan bahwa dirinya biasa menjalankan ibadah sholat lima waktu dan kadang suka ikut pwngajian .
5.      Status Sosial Ekonomi
Bp.S mengatakan penghasilannya dalam sebulan diperoleh dari uang pensiunan Ibu S dan suaminya. Uang tersebut digunakan untuk keperluan keluarga, yang perinciannya adalah sebagai berikut :
Biaya makan               Rp 450.000,00 per bulan
Biaya listrik                 Rp   80.000,00 per bulan
Telpon                         Rp   80.000,00 per bulan
Lain-lain                      Rp   50.000,00 per bulan +
Jumlah                         Rp 660.000,00
Sisa dari pengeluaran Ibu S biasanya disimpan atau databung untuk keperluan yang bersifat mendadak.
6.      Aktivitas dan Rekreasi Keluarga
Ibu S sehari-hari berada di rumah mengurusi rumah tangga. Keluarga mengatakan jarang melakukan rekreasi. Sarana hiburan dirumah hanya terdapat televisi.

B.     RIWAYAT PERKEMBANGAN KELUARGA
1.      Tahap perkembangan keluarga
Tahap perkembangan keluarga Ibu.S saat ini yaitu keluarga usia remaja, dimana anak Ibu.S yang paling kecil berusia 24 tahun dan masih bergantung pada keluarga.
2.      Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Menurut Ibu S yang belum terpenuhi adalah membahagiakan keluarga, terutama anak ke tiganya yang masih bergantung sama orang tua.



3.      Riwayat kesehatan keluarga inti
Keluarga mengatakan bahwa Ibu S sedang menderita rematik sejak satu tahuyang lalu. Klien mengatakan tidak mengetahui tentang penyakit yang dideritanya. Selain Ibu S tidak ada anggota keluarga yang lain yang mengalami gangguan kesehatan.
4.      Riwayat keluarga sebelumnya
Ibu S mengatakan bahwa keluarganya tidak ada yang memiliki riwayat penyakit  hipertensi dan penyakitmenular.

C.    LINGKUNGAN
1.      Karakteristik Rumah
Rumah Ibu S adalah milik sendiri, bentuk rumah permanen, lantai keramik, luas rumah + 30 m2, terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, 3 kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Ventilasi rumah cukup + 25% dari luas rumah, penerangan pada malam hari menggunakan lampu neon, sumber air untuk minum, mandi dan mencuci menggunakan sumur pompa (sanyo) kualitas air bersih, tidak berbau dan tidak berwarna. Keluarga mengatakan sampah biasanya dkumpulkan kemudian dibakar. Pembuangan air limbah langsung ke selokan, limbah dari WC dialirkan ke septictank. Rumah tampak bersih, rapi serta penataan rumah klien teratur.
Denah Rumah


 









Keterangan :    A= Ruang tamu          D= Dapur
B= Ruang keluarga     E= Kamar mandi
C= Kamar tidur           F= Tempat mencuci
           
Ibu. S mengatakan, di lingkungan tempat tinggalnya terdapat posyandu yang letaknya tidak jauh dari rumah.
2.      Karakteristik tetangga dan komunitas
Keluarga mengatakan, sebagian besar tetangganya merupakan warga asli Bogor, sebagian kecil merupakan warga pendatang dari luar kota Bogor. Diantara para tetangganya juga terdapat beberapa saudaranya yang tinggal berdekatan. Komuikasi keluarga dengan tetangga lainnya cukup baik, terlihat dari banyak tetangga yang suka bersilaturahmi ke rumah klien.
3.      Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Ibu S adalah asli dari Bogor, dan menetap di rumah yang ditempati sekarang.
4.      Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ibu S mengatakan keluarganya suka mengikuti pengajia rutin tiap minggu yang du\iadakan di kampungnya, keluarga besarnya biasa berkumpul pada hari minggu atau hari libur
5.      Sistem pendukung keluarga
Ibu .S mengatakan di keluarganya memiliki kartu sehat atau askes..Di rumah terlihat kotak obat. Jarak dari rumah ke puskesmas kurang lebih 10 km.

D.    STRUKTUR KELUARGA
1.      Pola komunikasi keluarga
Ibu S mengatakan keluarga biasa berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda tapi kadang-kadang juga menggunakan bahasa Indonesia. Ibu S selalu membicarakan masalah keluarga pada saat berkumpul, seluruh anggota keluarga terlibat di dalamnya baik untuk mengajukan atau memberikan saran dan pendapat.
2.      Struktur kekuatan keluarga
Dalam keluarga Ibu S yang memiliki kekuatan untuk mengatur kehidupan keluarga adalah Ibu S, kadang anak pertamanya juga terlibat dalam mengambil keputusan.
3.      Struktur peran
Ibu S
Ibu S sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak-anaknya.

E.     FUNGSI KELUARGA
1.      Fungsi afektif
Keluarga Ibu S termasuk berasal dari keluarga besar. Keluarga Ibu S mengatakan bahwa dalam keluarga saling menghormati dan ikatan batin keluarga sangat baik, dengan tidak adanya masalah baik secara psikologis maupun sosial.


2.      Fungsi sosial
Ibu S mengatakan, senang bersosialisasi dengan tetangga sekitar, keluarga selalu menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar, misal dengan bercengkrama dan bersama-sama menjalankan shalat di masjid.
3.      Fungsi perawatan kesehatan
a.       Mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui tentang penyakit rematike yang dialami ibu S, baik pengertiannya, penyebab serta tanda dan gejala rematik.
b.      Mengambil keputusan melakukan tindakan perawatan yang tepat
Keluarga Ibu S mampu mengambil keputusan tepat jika ibu S merasa gejala-gejala rematik kambuh. Biasanya ibu D memeriksakan kondisi atau penyakitnya ke Puskesmas.
c.       Kemampuan anggota keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga mengatakan tidak mengetahui cara merawat ibu S yang mengalami rematik. Keluarga selama ini hanya memenuhi kebutuhan dasar ibu S saja.
d.      Kemampuan keluarga memelihara lingkungan
Keluarga mampu membuat suasana menjadi tenang, lingkungan rumah tertata rapi, dengan kondisi yang cukup bersih.
e.       Kemampuan dalam menggunakan fasilitas kesehatan
Keluarga mengatakan selalu pergi ke Puskesmas jika ada anggota keluarganya yang sakit

F.     STRESS DAN KOPING KELUARGA
1.      Stressor jangka panjang
Keluarga Ibu .S mengatakan bahwa ibu S telah mengalami sakit sejak satu tahun yang lalu. Keluarga merasa cemas karena sakit yang dialami ibu S tidak juga membaik.
2.      Stressor jangka pendek
Keluarga mengatakan telah berserah diri pada Allah dan telah menerima keaadaan ibu S dan selalu berusaha untuk merawat ibu S dengan sabar.
3.      Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi
Keluarga mengatakan telah merawat ibu S sesuai dengan kemampuan keluarga, seperti memenuhi kebutuhan dasar ibu S sehari-hari dan keluarga membawa ibu S ke fasilitas pelayanan kesehatan.

G.    PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan
Ibu D
Tanda-tanda Vital

TD=130/90 mmHg                  N=82´/mnt,
Sh=36 0C                                 RR=24´/mnt
Rambut dan hygiene kepala

Rambut berwarna keabu-abuan distribusi merata, tampak tipis, tekstur kuat. Tidak ada gangguan hidrasi saat pemeriksaan finger print pada dahi.
Mata



Tampak simetris, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, reflek cahaya baik, pupil isokor, ketajaman penglihatan ibu S sudah berkurang pada jarak dekat, namun masih dapat menghitung jari pada jarak 2 m.
Hidung


Rongga hidung tampak bersih, tidak tampak sekret, tidak tampak edema, ibu S tampak dapat membedakan bau minyak kayu putih dan minyak wangi.
Mulut dan gigi
Mukosa mulut tampak lembab berwarna merah, lidah tampak bersih. Gigi banyak yang sudah tanggal, tampak karang gigi, ibu S masih dapat membedakan rasa asin, manis ataupun pahit, ibu S tampak lambat mengerakkan lidahnya ke kiri dan ke kanan, ke luar dan ke dalam.
Telinga
Bentuk dan letak tampak simetris, rongga telinga eksternal tampak kotor, terdapat serumen, tidak tampak edema ataupun sekret, fungsi pendengaran baik.
Leher
Tidak terada pembesaran tiroid dan kelenjar getah bening, ada reflek menelan.
Thoraks
Inspeksi         : Bentuk dada tampak normal, tidak tampak retraksi interkosta
Palpasi             : tidak teraba massa
Perkusi            : terdengar sonor
Auskultasi      : tidak terdengar suara tambahan, RR=22´/mnt
Jantung
Inspeksi = letus cordis tidak tampak
Palpasi = tidak teraba pembesaran
Perkusi = terdengar pekak
Auskultasi =
-Denyut jantung =92´/mnt
Abdomen
Inspeksi = tampak datar, tidak tampak asites
Auskultasi = Bising usus=10´/mnt
Palpasi = tiak teraba massa, tidak teraba pembesaran hati dan limpa, tidak ada nyeri tekan
Perkusi = terdengar timpani
Ekstremitas dan kulit
Tangan sebelah kanan klien suka merasakan nyeri dan pegal, begitu juga dengan kaki klien sebelah kanan. Tidak terdapat edema.

H.    HARAPAN KELUARGA TERHADAP PETUGAS KESEHATAN
Keluarga mengatakan merasa senang atas kedatangan petugas kesehatan ke rumahnya dan keluarga mengharapkan petugas dapat membantu mengatasi masalah kesehatan yang sedang di alami keluarganya.


Pengkajian Fungsional Klien
a.       KATZ INDEX
No
Kegiatan
Mandiri
Bantuan sebagian
Bantuan penuh
1
Mandi
ü


2
Berpakaian
ü


3
Ke kamar mandi
ü


4
Berpindah tempat
ü


5
Kontinen (BAK / BAB)
ü


6
Makan / minum
ü



Menurut pengkajian KATZ INDEX dapat diambil kesimpulan bahwa klien dapat melakukan activity daily living secara mandiri.

b.      BARTHEL INDEX
No
Kegiatan
Dengan bantuan
Mandiri
1
Makan dan minum

10
2
Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur / sebaliknya

15
3
Kebersihan diri (cuci muka, gosok gigi, menyisir rambut)

5
4
Keluar masuk kamar mandi (menyeka tubuh, menyiram, mencuci baju)

10
5
Mandi

15
6
Jalan-jalan di permukaan datar

5
7
Naik turun tangga

10
8
Memakai baju

10
9
Kotrol BAK

10
10
Kontrol BAB

10

Pengkajian fungsional menurut BARTEL INDEX di dapat bahwa klien dapat merawat dirinya secara mandiri.

Pengkajian Status mental
a.       Short portable mental status questioner (SPSMQ)
Benar
Salah
No
Pertanyaan

ü
1
Tanggal berapa hari ini?
ü

2
Hari apa sekarang?
ü

3
Apa nama tempat ini?
ü

4
Dimana alamat anda?
ü

5
Berapa umur anda?
ü

6
Kapan anda lahir (minimal tahun lahir)?
ü

7
Siapa presiden indonesia sekarang?

ü
8
Siapa presiden indonesia sebelumnya?
ü

9
Siapa nama ibu anda?

ü
10
Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semua secara menurun?

Pengkajian status mental di dapat klien termasuk memiliki fungsi intelektual utuh.

Pengkajian Aspek Kognitif Dari Fungsi Mental (orientasi, registrasi, perhatian, kalkulasi, mengingat kembali, bahasa) menggunakan mini mental exam (MMSE)
No
Aspek kognitif
Nilai MHS
Nilai klien
Kriteria
1
Orientasi
5








4
5








4

Menyebutkan dengan benar
     ü         Tahun
     ü         Musim
     ü         Tanggal
     ü         Hari
     ü         Bulan
Menyabutkan dengan benar
        ü    Negara Indonesia
       ü       Provinsi jabar
       ü       Kota bogor
       ü       Rt O6 / RW II
2
Registrasi
3
3
Pemeriksa mengatakan 3 objek selama 1 detik kemudian klien mengulang 3 objek tersebut
      ü         Buku
      ü         Pensil
      ü         Penghapus
3
Perhatian dan kalkulasi
5
5
Minta klien untuk mengulangi dari angka 100 kemudian dikurangi 7 sampai 5 tahap
     ü         100
    ü           93
    ü           86
    ü           79
    ü           72
4
Mengingat
3
3
Minta klien untuk menyebutkan atau mengulangi ketiga objek pada no. 2
      ü         Buku
     ü         Pensil
   ü            Penghapus
5
Bahasa
9
7
Tunjukkan pada klien suatu benda (2 objek) tanyakan namanya
    ü            Peniti
   ü             Sendok

Minta klien untuk mangulang kata berikut
      ü            Tak ada jika
      ü             Dan atau
      ü             Tetapi
Bila benar nilai satu (1)

Minta klien untuk mengikuti perintah berikut:
terdiri dari 3 langkah
   ü                ambil kertas di tangan anda
   ü                lipat dua
   ü                taruh di lantai

Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila aktivitas sesuai perintah nilai point 1)
     ü              Tutup mata anda
Perintahkan pada klien menilai satu kalimat dan menyalin gambar
     ü              Tulis satu kalimat
    ü               Menyalin gambar

Total nilai
29
27


Dari hasil pengnelitian dari beberapa kategori mengenai aspek kognitif dan fungsi mental di dapat nilai 19, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi kognitif dan fungsi mental klien dikategorikan ringan.
ANALISA DATA
NO
DATA
MASALAH
1
DS :
·          Klien mengatakan belum tahu pengertian rematik, tanda dan gejala lain serta cara perawatan dengan klien rematik.
·          Ibu D mengatakan jika penyakitnya kambuh hanya diurut, dipijat atau mengkonsumsi obat warung
·          Ibu D mengatakan jika penyakitnya kambuh dan terasa nyeri ibu D harus duduk dan berbaring

DO :
·          Ibu D tampak meringis ketika terasa nyeri
·          Ibu D tampak memegangi bagian tubuh yang nyeri
·          Ibu D tampak mengurut-urut dan memijat bagian tubuh yang nyeri.
Nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.



Post a Comment