follow me for get something special from me

Wednesday, 28 August 2013

Asuhan Keperawatan Gerontik Ibu E dengan Reumatik

Asuhan Keperawatan Gerontik Ibu E dengan Reumatik pada Keluarga Ibu E Di RT 06/RW 01 Kelurahan Tanah Sareal

I.       PENGKAJIAN
A.    Data Umum
1.      Nama Lengkap                        : Ibu E
2.      Umur                                       : 64 tahun
3.      Alamat                                                : RT 06/RW 01 Kelurahan Tanah Sareal
4.      Pekerjaan Kepala Keluarga     : Ibu Rumah Tangga
5.      Pendidikan                              : SD
6.      Komposisi Keluarga

Nama
Jenis kelamin
Umur
Hub Keluraga
Pendidikan
Pekerajaan
E
Perempuan
33 tahun
Anak
SMA
Guru
Y
Laki-laki
22 tahun
Anak
SMA
Tidak bekerja


Genogram Keluarga
 













Keterangan
 

                        : Laki-laki meninggal                                      : Hub. Keluarga
                                   
                        : Laki-laki                                                        : Tinggal serumah
           
                        : Perempuan

                        : Klien perempuan









7.      Tipe keluarga
Dirumah terdiri dari ibu dan anak sehingga termasuk ke dalam keluarga single parents.
8.      Suku
Semua keluarga Ibu E berasal dari suku sunda. Tidak ada kebiasaan atau pantangan dalam keluarga Ibu E baik dari makanan yang bertentangan dengan kesehatan maupum tingkah laku.
9.      Agama
Semua anggota keluarga Ibu E beragama Islam dan beribadah sesuai perintah agama yag dianjurkan
10.  Status social ekonomi
Pendapatan keluarga Ibu E mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ibu E mendapatkan penghasilan setiap harinya dari Anaknya yang bekerja sebagai Guru dan dari hasil warung Ibu E jika dikalkulasikan dalam sebulan Ibu E mendapatkan penghasilan sebanyak Rp 500.000 dengan perincian pengeluaran sebagai berikut :
*      Biaya belanja sehari-hari                     : Rp 120.000,- / bulan
*      Biaya listrik dan Air                            : Rp 100.000,-/ bulan
                                                     
Jumlah                                                       : Rp 220.000.,-
Lain-lain(biaya tak terduga)                      : Rp 100.000,-
11.  Aktivitas Rekreasi keluarga
Keluarga Ibu E biasanya hanya menonton TV di rumah.

B.     Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
1)      Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga Ibu E saat ini adalah tahap perkembangan dengan usia dewasa
2)      Tahap perkembangan yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah penataan kembali peran orang tua dan kegiatan di rumah.
3)      Riwayat Keluarga Inti
Keluarga Ibu E mengatakan tidak memiliki penyakir yang berat tapi Ibu E mengatakan memiliki penyakit reumatik. Ibu E mengatakan sudah 7 tahun memiliki penyakit reumatik ini.
4)      Riwayat kleuarga Sebelumnya
Ibu E mengatakan memiliki penyakit reumatik namun Ibu E mengatakan jika dilihat dari riwayat keluarga Ibu E tidak  memiliki panyakt reumatik.

C.    Lingkungan
1)      Karakteristik Rumah
Luas rumah 96m2 L= 6x13. Tipe rumah permanen dengan lantai keramik, terdiri dari 1 ruangan tamu, 1 ruang makan, 1 dapur, 1 kamar mandi, dan 2 kamar tidur serta 4 jendela kayu dan 1 warung. Tampak sinar matahari memasuki ruang tamu rumah Ibu E, namun semua kamar tidak memiliki jendela, tapi walaupun tak memiliki jendela kamar tidur tidak memerlukan cahaya lampu siang hari. Jendela setiap harinya selalu dibuka pada pagi dan siang hari. Sumber air minum berasal dari PDAM. Warna air jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
Denah Rumah

 





















2)      Karakteristik Tetangga dan komunitas RW
Sebagian besar di lingkungan keluarga Ibu E bekerja sebagai pegawai swasta dan buruh. Masyarakat sekitar termasuk masyarakat yang aktif selalu berkumpul apabila ada kegiatan.
3)      Mobilitas Geografis keluarga
Sejak Ibu E menikah dengan suaminya keluarga Ibu E tinggal di Tanah sareal. Keluarga Ibu E sampai sekarang tidak pernah pindah-pindah lagi.
4)      Perkumpulan kelurga dan Interaksi Masyarakat
Biasanya keluarga Ibu E berkumpul pada malam hari setelah melakukan aktivitasnya masing-masing. Keluarga Ibu E selalu berinteraksi dengan masyarakat, anak-anak Ibu E selalu mengikuti pengajian yang diadakan didaerahnya. Anak-anak Ibu E termasuk anak yang aktif mengikuti kegiatan yang ada di daerahnya.

5)      Sistem Pendukung Keluarga
Rumah Keluarga Ibu E tidak jauh dari Puskesmas dan rumah sakit. Puskesmas dan Rumah Sakit dapat ditempuh dalam waktu 20 menit. Puskesmas dapat ditempuh dengan berjalan kaki sedangkan Rumah Sakit ditempuh dengan Angkutan umum. Semua anggota kelurga Ibu E tidak ada yang memiliki Askes.
D.    Struktur Keluarga
1)      Pola komunikasi keluarga
Keluarga Ibu E mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah untuk menyelesaikan masalah keluarganya. Keluarga Ibu E dalam berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa sunda.
2)      Struktur kekuatan keluarga
Dalam keluarga Ibu E semua anggota keluarga sangat menghormati Ibu E yang selalu mengendalikan jalannya kehidupan dalan keluarga. Apabila ada masalah dalam keluarga, Ibu E yang mengambil keputusan namun kadang-kadang di Bantu oleh Anak-anak Ibu E.
3)      Struktur Peran
a. Ibu                 : Ibu E berperan sebagai kepala keluarga yang harus     bertanggung jawab terhadap keluarganya.
b. Anak              : Mengambil nilai positif dari orang tuanya, membantu orang tua dalam bekerja.
4) Nilai dan Norma
Semua anggota keluarga Ibu E beragama Islam dan menganut norma-norma yang terkandung dalam agama tersebut. Dalam keluarga Ibu E tidak mempunyai pantangan-pantangan atau keyakinan yang bertentangan dengan kesehatan.

E.     Fungsi Keluarga
1)      Fungsi Afektif
Keluarga Ibu E saling menyayangi dan menghargai, memberikan kesempatan kepada keluaranya tanpa membeda-bedakan satu dan yang lain
2)      Fungsi Sosialisasi
Anak-anak keluarga Ibu E diizinkan bermain dengan teman-temannya, anggota keluarga lainnya biasa berkumpul dengan tetangga untuk mengobrol.
3)      Fungsi Perawatan kesehatan
1.      Mengenal Masalah Kesehatan
Keluarga Ibu E mengatakan reumatik adalah penyakit pegal-pegal karena kedinginan dan faktor usia tua.

2.      Mengambil Keputusan Untuk Mengatasi Masalah Keshatan
Ibu E biasanya langsung pergi ke Puskesmas bila mulai kambuh reumatiknya. Tapi bila ada anggota keluarga yang sakit pegal-pegal biasa, keluarga Ibu E biasanya hanya minum obat warung saja namun bila tambah parah Keluarga Ibu E pergi ke Puskesmas.
3.      Merawat Anggota Keluarga Dengan Reumatik
Keluarga Ibu E berusaha merawat Ibu E dengan cara menyuruh Ibu E untuk menjaga makanannya serta menganjurkan untuk banyak istirahat bila mulai terasa sakit.
4.      Memodifikasi Lingkungan Untuk Mencegah Reumatik
Keluarga mengatakan belum tahu tentang bagaimana cara mencegah terjadinya reumatik, keluarga Ibu E hanya menganjurkan Ibu E untuk mandi selalu dengan air hangat.
5.      Kemampuan Keluarga Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan
Di dalam keluarga Ibu E apabila ada anggota keluarganya yang sakit langsung diberi obat warung, tapi apabila keadaannya tidak semakin membaik, keluarga membawanya ke Puskesmas, dokter atau klinik terdekat.

F.     Stressor Koping Kelurga
1)      Stressor jangka Panjang
Keluarga Ibu E khawatir dengan kesehatan Ibu E, keluarga Ibu E takut jika suatu saat penyakit Ibu E semakin parah.
2)      Stressor Jangka Pendek
Keluarga Ibu E berharap agar tetap dalam keadaan sehat. Ibu E juga selalu berharap yang terbaik untuk anaknya.
3)      Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah
Keluarga Ibu E jika menghadapi suatu masalah, Ibu E dan anak-anaknya menghadapi masalah tersebut dengan bermusyawarah, sabar, berdo’a dan bertawakal kepada Allah SWT agar masalahnya dapat terselesaikan dengan baik.
4)      Strategi Koping Yang Digunakan
Apabila ada permasalahan dalam keluarga, biasanya Ibu E meminta bantuan anak-anaknya untuk memutuskan dan menyelesaikan,  walaupun sebelumnya dimusyawarahkan terlebih dahulu.
5)      Strategi Adaptasi Disfungsional
Bila mendapatkan masalah  keluarga Ibu E tidak ada anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan marah-marah, mengamuk dan sebagainya, dalam menghadapi masalah selalu menyelesaikan dengan musyawarah segera agar masalah tidak bertumpuk.

G.    Harapan Keluarga
Keluarga Ibu E menghaparkan agar petugas kesehatan lebih peduli pada orang yang tidak mampu serta tidak membeda-bedakan golongan.








H.    Pemeriksaan Fisik Ibu E
No
Anggota badan
Pemeriksaan Fisik
1.
Rambut
Mata
Hidung
Telinga
Gigi dan mulut
Rambut hitam tapi tampak beruban, klien menggunakan kerudung.
Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, palpebra tidak edema
Tidak terdapat sekret, tidak ada cuping hidung.
Keadaan telinga bersih, tidak ada penumpukan serumen
Mukosa bibir lembab, mulut bersih, gigi bersih.
2.
Leher
Tidak didapat pembesaran kelenjar tyroid, tidak terdapat kaku kuduk
3.
Thorak
 Dada simetris, pola nafas teratur, saat di auskultasi terdengar suara paru normal (vesikular) tidak ada suara tambahan
4.
Abdomen
Bentuk datar, tidak ada nyeri tekan pada seluruh lapang abdomen
5.
Ekstremitas
Tangan dapat bergerak dan berfungsi dengan baik, tidak ada edema, kuku pendek dan akral hangat.
Kaki dapat bergerak dan berfungsi dengan baik, tidak ada edema, kuku pendek dan bersih, akral ada edema, kuku pendek dan bersihn baikg abdomenuara paru normal (0ngh di periksa di Puskesmas Ibu S dinyatakan harus be
6.
Berat badan
Tinggi badan
Nadi
Suhu
Tekanan darah
Respirasi
65 Kg
145 cm
84 x/menit
36,6 0C
130/90 mmHg
24 x/menit







II.    RUMUSAN MASALAH
A. Analisa Data
NO
DATA
Masalah
1
Data Subjektif
- Ibu E mengatakan sering sakit di lutut bila banyak beraktivitas.
Data Objektif
-    Ibu E tampak menunjukan daerah yang terasa sakit
-    Ibu E tampak memegangi lututnya.
Nyeri
2
Data Subjektif :
-    Ibu E mengatakan kurang mengetahui tentang penyakit Reumatik
-    Ibu E mengatakan kurang memahami cara perawatan Reumatik
Data Objektif :
-    Ibu E tampak selalu bertanya mengenai penyakit reumatik
Kurang pengetahuan tentang penyakit reumatik


















B. Skoring
      1. Nyeri
No
Kriteria
Skore
Pembenaran
1.
Sifat masalah
Tidak sehat
3/3x1
= 1
Karena reumatik penyakit yang menyebabkan nyeri dan dapat menyebabkan kerusakan sendi maka harus dicegah.
2.
Kemungkinan masalah dapat diubah
Sebagian
1/2x2
= 1
Karena penyakit reumatik adalah penyakit yang menetap dan lama sehingga sulit untuk di hilangkan.
3.
Potensial masalah dapat diubah
Tinggi
3/3x1
=1
Karena penyakit reumatik adalah penyakit yang menetap sehingga sulit untuk di hilangkan, dan selalu hilang timbul.
4.
Menonjolnya masalah
Masalah harus segera ditangani
2/2x1
= 1
Masalah harus segera ditangani untuk menghindari bertambahnya penderita
Total
4

2. Kurang pengetahuan tentang penyakit reumatik
No
Kriteria
Skore
Pembenaran
1.
Sifat masalah
Kurang sehat
3/3x1
= 1
Masalah kurang pengetahuan adalah masalah yang dapat diubah
2.
Kemungkinan masalah bisa diubah
Sebagian
1/2x2
= 1
Karena masalah kurang pengetahuan akan dapat terselesaikan bila keluarga mengetahui pasti mengenai penyakitnya tersebut.
3.
Potensial masalah untuk dicegah
Cukup
2/3x1
= 2/3
Masalah dapat dicegah dengan penngetahuan yang akurat dengan pentingnya pengobatan.
4.
Menonjolnya masalah
Masalah berat harus segera ditangani
2/2x1
= 1
Msalah berat, harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi yang membahayakan


3 2/3



D.          Diagnosa Keperawatan Keluarga Yang Ditemukan
1.      Nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit
2.      Kurang pengetahuan tentang penyakit reumatik berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah reumatik



II.          RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TUJUAN
KRITERIA
STANDART
INTERVENSI
RASIONAL
1.
Nyeri b.d ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit
TUM : Nyeri teratasi

TUK :
Setelah dilakukan 2x @ 20 menit pertemuan keluarga dapat :
1.      Mengenal masalah reumatik
a. menyebutkan pengertian reumatik















b.     menyebutkan penyebab reumatik

















c.      menyebutkan tanda dan gejala 














2.      mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi reumatik
a         Menyebutkan akibat dari reumatik














3.      melakukan perawatan bagi anggota keluarga dengan reumatik







Respon Verbal
















Respon Verbal


















Respon Verbal














Respon verbal dan respon psikomotor

















Respon Verbal dan respon psikomotor






Keluarga mampu menyebutkan pengertian reumatik:
Reumatik merupakan penyakit
Yang mengenai jaringan persendian dan cenderung kronis atau menahun









Keluarga dapat menyebutkan penyebab reumatik :
-          proses penuaan
-          keletihan
-          cedera mendadak
-          infeksi
-          tidak diketahui jelas











Keluarga dapat menyebutkan 2 dari 3 tanda gejala reumatik
-    Lesu mudah lelah, nafsu makan berkurang
-    Demam secara perlahan-lahan yang timbul selama beberapa minggu
-    Timbul bengkak merah dan nyeri serta kaku pada sendi yang terkena


Keluarga dapat menyebutkan akibat dari reumatik
Kecacatan, nyeri yang semakin meningkat















Keluaraga dapat menyebutkan 4 dari 6 cara perawatan anggota dengan reumatik
1.latihan pergerakan
2.pemanasan
3.menghilangkan faktor-faktor yang menimbulkan tekanan berlebihan pada sendi (posisi badan salah)
4.istirahatkan bagian yang sakit beberapa jam
5.posisi yang tepat saat mengangkat beban atau memindahkan barang
6.kompres pada bagian yang sakit kompres hangat pada daerah yang bengkak tapi tidak merah, kompres dingin pada daerah yang bengkak dan merah.






1.     Kaji pengetahuan keluarga tentang pengertian reumatik




2.     Diskusikan dengan keluarga tentang pengertian reumatik

3.     Evaluasi hasil diskusi tentang keluarga tentang pengertian reumatik

4.     Berikan pujian positif kepada keluarga atas antisifasi dalam diskusi
1        Kaji pengetahuan keluarga tentang penyebab reumatik



2        Diskusikan dengan keluarga tentang reumatik


3        Evaluasi hasil diskusi dengan keluarga tentang penyebab reumatik

4        Berikan pujian positif kepada keluarga atas partisipasi



1.      Kaji pengetahuan tentang tanda dan gejala reumatik




2.      Diskusikan dengan keluarga tentang tanda dan gejala reumatik







1.      Kaji pengetahuan keluarga tentang akibat reumatik



2.      Diskusikan dengan keluarga tentang akibat reumatik

3.      Evaluasi hasil diskusi dengan keluarga tentang akibat reumatik

4.      Berikan pujian positif kepada keluarga atas partisipasi dalam diskusi



1.       Kaji pengetahuan keluarga tentang cara perawatan reumatik



2.      Diskusikan dengan keluarga tentang cara perawatan reumatik


3.      Evaluasi hasil diskusi dengan keluarga tentang cara perawatan reumatik


4.      Berikan pujian positif kepada keluarga atas partisipasi dalam diskusi







-          Dengan mengkaji perawat mengetahui sejauh mana pengetahuan keluarga tentang pengertian reumatik

-          Memberikan informasi tentang pengertian reumatik

-          Menilai sejauh mana penilaian  pemahaman keluarga tentang hasil diskusi
-          Meningkatkan motivasi keluarga dalam berdiskusi
-          Dengan mengkaji, perawat mengetahui sejauh mana pengetahuan keluarga tentang penyebab reumatik
-          Memberikan informasi tentang penyebab reumatik yang dibutuhkan keluarga
-          Menilai sejauh amna pemahaman keluarga tentang hasil diskusi

-          Meningkatkan motivasi keluarga dalam berdiskusi



-          Dengan mengkaji perawat mengetahui sejauh mana pengetahuan keluarga tantang tanda dan gejala reumatik
-          Memberikan informasi tentang tanda dan gejala reumatik







-          Dengan mengkaji perawat dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan keluarga mengenai akibat reumatik
-          Memberikan informasi tentang akibat reumatik


-          Menilai sejauh mana pemahaman keluarga tentang hasil diskusi

-          Meningkatkan motivasi keluarga dalam berdiskusi



-          Dengan mengkaji perawat dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan keluarga mengenai cara perawatan reumatik
-          Memberikan informasi tentang cara perawatan reumatik


-          Menilai sejauh mana pemahaman keluarga tentang hasil diskusi


-          Meningkatkan motivasi keluarga dalam berdiskusi



ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK
PADA IBU E DENGAN REUMATIK PADA KELUARGA IBU E
DI RT 06/RW 01 KELURAHAN TANAH SAREAL
BOGOR






DISUSUN OLEH :
DEISY KARTIKA SARI
P 1732 0304 154
Tingkat III A











POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN BANDUNG
Jl. dr. Semeru No.116 Bogor Timur
2007
I.       Pengkajian Psikososial & Spiritual
  1. Psikososial
Ibu E mengatakan dapat bersosialisasi dengan tetangga, karena dengan bersosialisasi dapat membina hubungan yang baik dengan orang lain. Status emosi Ibu E stabil dan kooperatif saat diajak bicara.
  1. Spiritual
Ibu E mengatakan selalu menjalankan ibadah sholat lima waktu. Ibu E memasrahkan semuanya pada Allah SWT.

J.      Pengkajian Fungsional Klien
  1. Katz index
No.
Kegiatan
Mandiri
Bantuan Sebagian
Bantuan Penuh
1.
Mandi
a


2.
Berpakaian
a


3.
Ke Kamar Kecil
a


4.
Berpindah Tempat
a


5.
BAK/BAB
a


6.
Makan/Minum
a


     
Ibu E dapat beraktivitas secara mandiri tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan aktif dari orang lain.

  1. Barthel index
No.
Kegiatan
Dengan Bantuan
Mandiri
1.
Makan/Minum
0
10
2.
Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur/sebaliknya
0
15
3.
Kebersihan diri (cuci muka, gosok gigi, menyisir rambut)
0
5
4
Keluara masuk kamar mandi (menyeka tubuh, menyiram, mencuci baju)
0
10
5.
Mandi
0
15
6.
Jalan-jalan di permukaan datar
0
5
7.
Naik turun tangga
0
10
8.
Memakai baju
0
10
9.
Kontrol BAK
0
10
10.
Kontrol BAB
0
10
Jumlah
0
100

Keterangan:
Jumlah skor 100 = mandiri
Jumlah skor 50-95 = ketergantungan sebagian
Jumlah skor kurang dari 45 = ketergantungan total



K.    Pengkajian Status Mental
Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ)
Benar
Salah
No.
Pertanyaan
a

1.
Tanggal berapa hari ini?
a

2.
Hari apa sekarang?
a

3.
Apa nama tempat ini?
a

4.
Dimana alamat anda?
a

5.
Berapa umur anda?
a

6.
Kapan anda lahir?
a

7.
Siapa presiden Indonesia sekarang?
a

8.
Siapa presiden Indonesia sebelumnya?
a

9.
Siapa nama ibu anda?
a

10.
Kurangi 3 dari 20 & tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semua secara berurutan
10

Jumlah

Total Skor:
Hasil:
1)      Salah 0-3   : fungsi intelektual utuh
2)      Salah 4-5   : kerusakan intelektual ringan
3)      Salah 6-8   : kerusakan intelektual sedang
4)      Salah 9-10 : kerusakan intelektual berat



L.     Pengkajian Aspek Kognitif Dari Fungsi Mental
No.
Aspek Kognitif
Nilai Mhs
Nilai Klien
Kriteria
1.
Orientasi
5
5






Menyebutkan dengan benar

R  Tahun
R  Musim
R  Tanggal
R  Hari
R  Bulan

2.
Orientasi
5
5





Menyebutkan dengan benar

R  Negara Indonesia
R  Propinsi Jabar
R  Kota Bogor
R  Kelurahan Tanah Sareal

3.
Registrasi
5
5







Pemeriksa mengatakan nama 3 objek selama 1 detik kemudian klien mengulang nama objek tersebut

R  Objek meja
R  Objek kursi
R  Objek kalender

4.
Perhatian & Kalkulasi
5
5








Minta klien untuk memulai dari angka 100 kemudian dikurangi 7 sampai 5 tahap

þ  100
þ  93
þ  86
þ  79
þ  72

5.
Mengingat
5
5






Minta klien untuk menyebutkan atau mengulang ketiga objek pada no.2

þ  Objek kursi
þ  Objek gelas
þ  Objek sendok
6.
Bahasa
9
9

































Tunjukkan pada klien suatu benda (2 objek) tanyakan namanya!

þ  Objek lampu
þ  Objek gelas

Minta klien untuk mengulang kata berikut:

þ  Tak ada jika
þ  Dan atau
þ  Tetapi
(bila benar nilai 1)

Minta klien untuk mengikuti perintah berikut:

þ  Ambil kertas di tangan anda
þ  Lipat dua
þ  Taruh di lantai

Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila aktifitas sesuai perintah nilai 1

þ  Tutup mata anda

Perintahkan pada klien menilai satu kalimat dan menyalin gambar:

þ  Tulis satu kalimat
þ  Menyalin gambar

Total Nilai

34


Interpretasi hasil :

  1. Nilai lebih dari 25       = aspek kognitif dan fungsi mental baik
  2. Nilai 8-22                    = kerusakan aspek fungsi mental ringan
  3. Nilai kurang dari 17    = terdapat kerusakan aspek fungsi mental
Post a Comment